Pengaruh Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Hiperemesis Gravidarum Di Puskesmas Gunung Tua Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2026
Keywords:
Penyuluhan, Pengetahuan, Ibu HamilAbstract
Hiperemesis gravidarum merupakan kondisi mual dan muntah berlebihan pada ibu hamil yang dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit, penurunan berat badan, serta berdampak pada kesehatan ibu dan janin. Rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan keterlambatan dalam mengenali tanda dan gejala serta penanganannya. Penyuluhan kesehatan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai hiperemesis gravidarum.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil tentang hiperemesis gravidarum di Puskesmas Gunung Tua Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2026. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Quasi Experimental One Group Pre-Test Post-Test Design. Populasi penelitian berjumlah 125 ibu hamil dengan sampel sebanyak 56 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan penyuluhan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 30 orang (53,6%), cukup 18 orang (32,1%), dan baik 8 orang (14,3%). Setelah diberikan penyuluhan, tingkat pengetahuan meningkat dengan kategori baik sebanyak 33 orang (58,9%), cukup 17 orang (30,4%), dan kurang 6 orang (10,7%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh signifikan penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang hiperemesis gravidarum.
Kesimpulan penelitian ini adalah penyuluhan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang hiperemesis gravidarum. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan kegiatan penyuluhan secara rutin dan berkelanjutan guna meningkatkan pengetahuan serta kesadaran ibu hamil dalam menjaga kesehatan selama kehamilan.






