Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja sebagai Upaya Pencegahan Pernikahan Dini Di Desa Saba Padang Kec. Panyabungan Kab.Mandailing Natal tahun 2025
Keywords:
Pernikahan dini, posyandu remaja, kesehatan reproduksi, sosialisasiAbstract
Pendahuluan: Berdasarkan data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2020, persentase perempuan usia 20-24 tahun yang melangsungkan pernikahan pertama baik kurang dari usia 15 tahun adalah 0,56% sedangkan yang di bawah usia 18 tahun adalah sebesar 11,21%. Pernikahan dini dapat memberikan pengaruh buruk bagi remaja yang menjalaninya atau anak yang dikandungnya. Organ reproduksi belum matang di masa remaja sehingga akan berisiko apabila seorang remaja perempuan mengandung anaknya. Maka dari itu, perlu dilakukan sosialisasi kepada para remaja mengenai kesehatan reproduksi sedini mungkin. Dengan adanya pengetahuan terkait kesehatan reproduksi yang adekuat, maka remaja akan lebih paham mengenai apa yang terjadi dalam dirinya pada masa remaja, pentingnya menjaga organ reproduksi, dan dampak yang akan terjadi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kehamilan di masa remaja.
Metode: Sosialisasi dilakukan di posyandu Desa Saba Padang Panyabungan , Kecamatan Panyabungan , Kabupaten Mandailing Natal. Sosialisasi diawali dengan pengerjaan pretest kemudian dilanjutkan edukasi terkait kesehatan reproduksi remaja. Pengerjaan posttest dilakukan setelahnya dengan harapan tercapainya output dari edukasi yaitu peningkatan nilai tes dengan rata-rata nilai di atas 80.
Hasil dan pembahasan: Rata-rata nilai yang didapatkan para peserta sebesar 87,2 sehingga sudah mencapai rata-rata nilai target yang ditetapkan,
Kesimpulan: Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja di Desa Saba Padang sudah terlaksana dengan baik.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nikmah Choiriah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


