Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil dengan Kepatuhan Antenatal Care untuk Mencegah Preeklamsia di PMB Nurcahaya Gultom Kecamatan Panyabungan Barat Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2026
Keywords:
Pengetahuanl, kepatuhan antenatal care, preeklamsia, ibu hamilAbstract
Preeklamsia tetap menjadi tantangan global dalam kesehatan maternal, berkontribusi signifikan terhadap angka morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. Di Indonesia, kasus AKI masih fluktuatif, di mana Sumatera Utara menempati posisi kedua tertinggi nasional pada tahun 2023. Deteksi dini melalui kepatuhan Antenatal Care (ANC) yang sesuai standar (minimal 6 kali kunjungan) menjadi kunci utama dalam mencegah komplikasi ini. Pengetahuan ibu hamil merupakan faktor internal yang sangat menentukan kedisiplinan mereka dalam melakukan pemeriksaan rutin.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan kontrol Antenatal Care (ANC) untuk mencegah Preeklamsia di PMB Nurcahaya Gultom, Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal tahun 2026.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain observasional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung ke PMB Nurcahaya Gultom pada periode Juli–Desember 2025. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling sehingga diperoleh responden sebanyak 35 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Fisher Exact.
Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden berumur 30-40 tahun (66%), berpendidikan SMP (37%), dan bekerja sebagai IRT (80%). Secara spesifik, sebanyak 54% responden memiliki pengetahuan yang kurang mengenai Preeklamsia dan Antenatal Care. Meskipun demikian, 54,3% responden tercatat patuh dalam melakukan kunjungan Antenatal Care. Hasil uji Fisher Exact menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan kontrol Antenatal Care. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan kunjungan Antenatal Care untuk mencegah Preeklamsia di lokasi penelitian. Disarankan bagi tenaga kesehatan untuk lebih intensif memberikan edukasi dan penyuluhan guna meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai risiko komplikasi kehamilan.






