Pengaruh pemberian ekstrak etanol daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) terhadap percepatan penyembuhan luka eksisi pada tikus putih Jantan (Rattus norvegicus)
Keywords:
Daun Rambutan, Luka Eksesi, Penyembuhan Luka EksesiAbstract
Luka eksisi adalah luka yang permukaan kulit dan lapisan di bawah akan terputus sampai kedalam yang bervariasi namun tepi luka teratur dan di akibatkan oleh kejadian yang tidak sengaja seperti kecelakaan, trauma, atau terpapar oleh tekanan, panas sengatan matahari, atau bahan kimia. Daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder, terutama flavonoid dan tanin, yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka eksisi melalui aktivitas
antioksidan, antiinflamasi, dan astringen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun rambutan terhadap percepatan penyembuhan luka eksisi pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) serta menentukan konsentrasi yang paling efektif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak menggunakan lima kelompok perlakuan, yaitu ekstrak etanol daun rambutan konsentrasi 20%, 25%, dan 30%, kontrol positif (povidon iodine 10%), serta kontrol negatif (aquades). Parameter yang diamati meliputi persentase penyembuhan luka dan waktu epitelisasi. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun rambutan mengandung flavonoid dan tanin. Persentase penyembuhan luka pada hari ke-14 berturut-turut pada kelompok konsentrasi 20%, 25%, 30%, kontrol positif, dan kontrol negatif adalah 87%, 90%, 95,45%, 93,10%, dan 86%. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan Pada hari ke-4 diperoleh nilai F = 4,842 dengan p = 0,007, pada hari ke-9 diperoleh F = 6,524 dengan p = 0,002, dan pada hari ke-14 diperoleh F = 8,720 dengan nilai p<0,000 (p<0,05). Konsentrasi ekstrak etanol daun rambutan 30% memberikan aktivitas penyembuhan luka terbaik dengan persentase penyembuhan
sebesar 95,45% pada hari ke-14 dengan nilai signifikan yaitu 0,000 (p<0,05) dan waktu epitelisasi yang paling cepat yaitu konsentrasi 30% pada hari ke-6 dengan nilai signifikan 0,018 (p<0,05) dibandingkan kelompok
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Elda Roziana Hasibuan (Author); Patimah Simamora, Halimah Rainah Nasution (Translator)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






